Pesan dari dapur :

Maaf, Web Blog ini Hanya Contoh Web Portal Saja... untuk Preview Peminat Web Desain dari JhonyROW... Kami Menerima Jasa Pembuatan Website, Game, Advertising, Aplikasi berbasis Android maupun Windows, Film, Video Klip, Animasi dan Jurnalistik.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label gresindo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gresindo. Tampilkan semua postingan

Ruhut: Harga Minyak Dunia Tengah Turun

Written By Juragan Briket on Senin, 01 September 2014 | 13.58



Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul turut menanggapi permintaan dan rencana Presiden terpilih Joko Widodo menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Menurutnya, pemerintahan Jokowi belum perlu untuk menaikkan harga BBM tersebut.

"Ingat, sekarang minyak dunia itu lagi turun. Kok kita naikin? Bikin susah rakyat kita," kata Ruhut saat ditemui usai pembelakan anggota DPR terpilih Partai Demokrat di Raffles Hills, Cibubur, Sabtu 30 Agustus 2014.

Ruhut meyakini Jokowi sebenarnya tak akan memilih opsi menaikkan harga BBM. Terlebih setelah Jokowi berdiskusi empat mata dengan Presiden SBY di Bali beberapa hari lalu.

"Kalau Pak Jokowi, kami dukung semua kebijakan yang baik," ujar dia.

Meskipun demikian, mantan anggota Komisi III itu menyerahkan keputusan mengenai BBM ke Jokowi. Sebab, SBY sudah menceritakan semua persoalan dengan gamblang kepadanya.

"Kualitas komunikasi Pak SBY dengan Pak Jokowi baik. Nggak ada masalah. Pak Jokowi bisa menerima saran-saran sangat brilian dari SBY," ucapnya. (itaViva)

Kapolri: Pembatasan BBM Subsidi Ganggu Stabilitas Keamanan


Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Sutarman, meminta pembatasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak lagi dilakukan. Sebab, mengganggu stabilitas keamanan di masa depan.

"Dalam rapat dengan wapres, dari aspek pengamanan, saya mohon tidak ada pembatasan," ujarnya, di gedung Bank Indonesia, Senin 1 Septermber 2014

Sutarman menjelaskan, baru beberapa hari saja aturan itu diberlakukan, keamanan di beberapa daerah mengalami gejolak. Hal ini, menjadi perhatian khusus oleh pihak kepolisian.

"Karena stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) jam 18.00 sekarang tutup, orang yang tidak kebagian tidur di pom bensin, begitu paginya langsung masuk dan habis jam 14.00 sore, yang biasanya habis jam 20.00. Akhirnya, jadi antrean panjang," tambahnya.

Dari sisi ekonomi, menurutnya, hal itu akan memicu inflasi tinggi, karena kebijakan itu membebani masyarakat. Khususnya, yang berhak untuk mendapatkan subsidi. Karena itu, perlu ditinjau kembali kebijakan itu

"Itu memicu inflasi dan itu jadi tugas BI," ungkapnya. (asp/viva)

Politisi PDIP Usul Jokowi Jual Pesawat Kepresidenan RI


Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Maruarar Sirait, mengatakan pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla harus melakukan banyak efisiensi untuk menyelamatkan perekonomian. Salah satu usulan yang disampaikan Maruarar adalah menjual pesawat kepresidenan, yang baru saja dibeli Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Saya akan mengusulkan langsung kepada Pak Jokowi supaya pesawat presiden dijual. Enggak bisa pemimpin menyuruh orang sederhana tapi tidak memberikan contoh," katanya saat dalam acara diskusi bertajuk "Ketimpangan pendapatan Indonesia: Harapan Publik terhadap Pemerintahan Jokowi- JK" di Hotel Pullman Jakarta, Senin 1 September 2014.

Politikus yang akrab disapa Ara itu menambahkan efisiensi terkait perjalanan dinas ini penting, terutama perjalanan ke luar negeri. "Kecuali yang mendesak seperti yang menyangkut perbatasan. Ada pemborosan beberapa triliun setiap tahun dalam perjalanan dinas ini," ujar Ara.

Anggota DPR itu juga mengusulkan pemerintahan Jokowi-JK mengaudit harga keekonomian minyak yang ditetapkan Pertamina selama ini. Selain itu ia juga meminta agar mengalokasikan keuntungan ekspor-impor minyak semata-mata untuk kas negara.
Jika berbagai opsi telah dilakukan dan anggaran negara masih saja mengalami defisit, baru pemerintah bisa mengambil langkah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi.

"Kenaikan harga BBM bersubsidi harus menjadi opsi terakhir," katanya. (ren-VIVA)

Kemampuan Politik Jokowi Diuji saat Berkomunikasi dengan DPR


JAKARTA - Dengan sistem presidensial sekarang ini, Presiden Joko Widodo yang telah dipilih langsung oleh rakyat akan diuji kemampuan personalnya dalam melakukan komunikasi dengan DPR RI.
Terpilihnya Jokowi ini sebagai bukti bahwa secara personal Jokowi lebih besar dibanding PDIP. Khususnya ketika berhadapan dengan DPR RI dan menteri-menteri pembantunya.
“Setelah amandemen ada keinginan kuat untuk menata lembaga negara sama-sama diperkuat termasuk dengan sistem presidensial. Sebab, dengan sistem presidensial kita sudah jatuh-bangun politik, sehingga tidak ada kepastian untuk pembangunan, dan sistem presidensial memberi kepastian pada presiden terpilih,” kata Sekretaris FPP MPR RI Zainut Tauhid dalam dialog ‘Sistem Presidensial: Antara Teori dan Praktek’ bersama Ketua DPP Nasdem Ferry Mursyidan Baldan, dan pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Senin (1/9/2014).
Menurutnya, dengan sistem itu, maka presiden tak bisa dijatuhkan di tengah jalan oleh DPR RI, kecuali ada alasan-alasan konstitusional untuk memakzulkan.
“Jadi, jabatan presiden itu sangat kuat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Karena itu kemampuan komunikasi politik Jokowi akan diuji khususnya ketika berhadapan dengan DPR RI,” ujarnya.
Menurut Zainut, posisi parpol di luar pemerintahan Jokowi sebagai penyeimbang atau oposisi ke depan itu tak hanya sekadar berbeda. Sebab, kalau asal beda, maka pemerintahan tak akan efektif, begitu pula DPR RI juga tak akan efektif, maka dibutuhkan sikap kenegarawanan untuk mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa dan negara.
Ditegaskan, di tengah maraknya transaksional politik di mana partai tak mampu merekrut kader-kader terbaiknya, maka kekuatan sipil menjadi alternatif.
“Sama halnya dengan kekuatan media massa. Kalau media lemah maka akan kembali ke era otoritarianisme. Untuk itu, pemerintah dan DPR RI harus saling menguatkan. Kalau DPR terlalu kuat, maka bahaya bagi demokrasi, dan sebaliknya,” ujarnya.(Tribun)

Dukung Prabowo, Putri Amien Rais Buat Surat untuk Jokowi

Written By Juragan Briket on Jumat, 27 Juni 2014 | 03.51

JAKARTA,  — Putri Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, Tasniem Fauzia, membuat surat terbuka untuk calon presiden Joko Widodo (Jokowi). Seperti sikap ayahnya, Tasniem menolak pencapresan Jokowi dan mendukung capres Prabowo Subianto.
Dalam surat terbukannya itu, Tasniem banyak memberi pertanyaan kepada Jokowi. Di akhir pertanyaan, ia meminta Jokowi menjawab, tetapi tidak perlu membalas surat tersebut. Tasniem meminta siapa saja yang membaca suratnya dan mengenal Jokowi, agar menyampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu.
Berikut surat yang di-posting di akun Facebook Tasniem, Tasniem Fauziah:
"Suratku untuk Yang Terhormat Bapak Jokowi,
Yang saya hormati Bapak Jokowi calon presiden Indonesia,
Dear Pak Jokowi, ini adalah surat dari salah satu anak bangsa Indonesia, yang ingin menyatakan beberapa hal kepada bapak, semoga ketika bapak membaca surat ini, bapak sedang sendiri, dan bisa menggunakan surat ini untuk perenungan bapak secara pribadi.
Yang terhormat bapak Jokowi, ketika anda mengucapkan sumpah di bawah Al-Quran untuk menjadi gubernur DKI Jakarta, apakah anda masih ingat itu Pak? Mengapa bapak seolah-olah lupa dengan janji bapak kepada masyarakat dan juga janji bapak kepada Tuhan YME untuk melaksanakan tugas bapak hingga Jakarta beres?Saya hanya berharap Bapak masih ingat janji dan sumpah itu. Sebuah sumpah dan janji bukankah harus ditepati Pak…
Yang terhormat bapak Jokowi, apakah menurut bapak, menurut hati nurani bapak yang paling terdalam, bapak mampu memimpin 250juta manusia dan rakyat Indonesia? Sedangkan tanggung jawab di Jakarta saja belum terpenuhi, Bapak malah mau mencoba mengemban tanggung jawab yang lebih berat lagi? apakah anda yakin MAMPU mengemban amanat 250 juta rakyat Indonesia yang kebanyakan masih kelaparan ini bapak? Saya mohon bapak bisa menggunakan hati nurani Bapak,pikiran jernih Bapak, bertanya kepada diri sendiri “Apakah saya mampu? Apakah saya punya kapabilitas untuk menjadi pemimpin dari tugas dan amanah yang tidak main-main ini?”
Yang terhormat bapak Jokowi, saya mohon anda mau menanyakan kepada batin bersih dan batin suci bapak, untuk bertanya kepada diri sendiri, apakah jika nanti anda terpilih menjadi presiden, tidak akan ada lagi pengaruh dari Ibu Megawati di mana Bapak punya keterikatan yang sangat besar dengan beliau, bahkan kita semua tahu ketika beliau menyuruh anda menjadi capres, anda pun harus nurut kepada Ibu Megawati, dan melanggar sumpah bapak ketika menjadi gubernur Jakarta?
Bapak, mohon tanyakan kepada sanubari bapak yang terdalam, dari mana anda dan team anda akan mendapatkan dana yang begitu besar untuk melakukan program-program yang nanti akan anda implementasikan jika menjadi presiden, semua program yang bapak sebutkan ketika debat beberapa waktu silam, seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya itu semua, butuh dana, dan dari mana asalnya selain dari menaikkan pajak Pak? Kalau dari Pak Prabowo sudah sangat jelas, akan diamankannya kekayaan alam bangsa Indonesia yang bocor yang nilainya ribuan trilyun itu per tahunnya untuk dijadikan modal program-program kebaikan pendidikan dan kesehatan. Kalau dari Bapak, dari mana Pak dananya? Sedangkan sekarang APBN kita sudah dalam kondisi defisit?
Pak Jokowi, mohon anda tanyakan ke lubuk hati anda yang paling terdalam pertanyaan ini, "Apakah saya bisa berjanji kepada diri saya sendiri dan Tuhan YME untuk membela NKRI dari penjajahan asing dalam bentuk penguasaan kekayaan alam kita, sumber daya minyak, gas, tembaga, emas,semua tambang mineral kita, kekayaan darat, laut, udara Indonesia?" dan "Apakah saya sanggup dan punya keberanian untuk melakukan renegosiasi dengan pihak asing yang mengklaim pulau-pulau Indonesia sebagai daerah wilayah mereka?Apakah saya yakin saya punya kemampuan untuk memimpin dan mempertahankan keutuhan bangsa kita ini?"
Bapak Jokowi yang saya hormati, anda begitu disanjung-sanjung oleh Amerika, anda dimasukkan di majalah Fortune misalnya, dan kita tahu kebanyakan penguasa kekayaan alam di Indonesia ini adalah negara Amerika yang selalu memuji-muji anda. Apakah jika nanti anda harus duduk berdiplomasi dengan negara amerika atau negara adidaya mana pun yang telah menguasai hajat hidup kami orang banyak ini, anda bisa LEBIH mengutamakan kepentingan kami sebagai rakyat Indonesia? Pak Jokowi, ada satu hal yang Amerika lupa, Founding Father kita pernah berpesan kepada kita semua bangsa Indonesia: "Ingatlah...ingatlah...ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuja-puja asing, karna ia akan memperdayaimu"
Bapak Jokowi yang terhormat, ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal batin kami, dalam karir Pak Jokowi beberapa tahun terakhir ini, Bapak sering blusukan ke tempat-tempat, dan sering diikuti dan diliput oleh wartawan. Pak Jokowi juga sempat masuk got dalam suatu acara, dan di situ banyak sekali wartawan meliput. Yang ingin saya tanyakan pak, dan ini mohon di jawab dengan hati nurani saja, apakah tidak terbesit sama sekali, bapak kemana-mana, sering ada wartawan yang meliput termasuk ketika masuk got ini, apakah ini ikhlas seutuhnya, atau karna di situ ada media supaya bisa jadi bahan cerita Pak? Bukankah akan lebih terpuji Pak jika blusukan-blusukan itu tidak perlu diliput dan disiarkan di semua media massa?
Bapak Jokowi yang saya hormati, kemarin di debat terakhir tentang Pertahanan bangsa, bapak bilang, “Akan kita bikin rame kalo ada yang mau ngeclaim wilayah kita jadi wilayah mereka”, dengan bapak bilang seperti ini, mohon tanyakan kepada hati bapak : "Apakah saya sanggup untuk mengorbankan jiwa dan raga saya sendiri untuk tumpah darah Indonesia seperti yang telah pak Prabowo lakukan berkali-kali dalam jejak hidupnya?"
Bapak Jokowi, semoga bapak mau merenungkan pertanyaan-pertanyaan, semoga anda berkenan menjawab surat ini dengan hati nurani bapak. Surat ini tidak perlu dibalas, surat ini hanya untuk perenungan pribadi anda sebagai bangsa Indonesia yang tentunya ingin Indonesia ini menjadi negara yang bermartabat, berdaulat, adil, makmur, dan rakyatnya tidak terjajah lagi oleh bangsa asing. Sekali lagi, tanyakan kepada diri sendiri "Apakah saya mampu?"
Surat tulus dari anak bangsa Indonesia,
Nijmegen,
26 Juni 2014
Tasniem Fauzia"

(/Kompas)

Subagyo HS Minta Purnawirawan Kopassus Kendalikan Diri dan Tak Keluarkan Ancaman

JAKARTA, — Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Subagyo HS meminta agar para purnawirawan TNI, khususnya yang berasal dari Kopassus, dapat mengendalikan diri pada masa menjelang pemilu presiden ini. Ia mengatakan jangan sampai karena emosi tak terbendung justru menimbulkan polemik baru. 

"Diharapkan, semua mengendalikan diri dan melihat permasalahan dengan baik. Tidak perlu ada ancaman, tidak perlu ada salah langkah," kata Subagyo saat dijumpai di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (26/6/2014).

Pernyataan Subagyo tersebut menanggapi adanya ancaman yang dilayangkan salah satu mantan anggota Tim Mawar, Ruby. Dalam pemberitaan koran Tempo, 25 Juni 2014, Ruby mengatakan akan bergerilya mencari orang-orang yang berbicara ngawur mengenai Prabowo.

"Saya juga Kopassus, saya purnawirawan Kopassus, saya juga pernah menjadi komandan Pak Prabowo. Lah, kalau menyikapinya tidak profesional, tidak benar, itu menjadi salah nanti, menjadi kasus lain," katanya.

Sebelumnya, mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Wiranto memberikan pernyataan tentang keputusan Dewan Kehormatan Perwira terkait Prabowo. Pernyataan tersebut diberikan setelah calon presiden Prabowo Subianto, dalam debat kandidat, 9 Juni lalu, meminta rivalnya, calon wakil presiden Jusuf Kalla menanyakan kepada atasannya terkait kasus dugaan pelanggaran HAM yang dituduhkan kepadanya. Pernyataan Prabowo itu menjawab pertanyaan Jusuf Kalla.

Subagyo menilai, pernyataan yang diberikan Wiranto merupakan hal yang wajar. "Nah atasan itu kan ada dua, yaitu KSAD dan Pangab. KSAD itu bidang pembinaan, kalau penggunaan komando, itu Pangab. Maka, Pangab-lah yang mengklarifikasi," kata Subagyo.(Kompas)

Megawati: Alangkah Naifnya Sebut Jokowi Capres Boneka

BEKASI,  — Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengomentari isu yang menyebut bahwa calon presiden Joko Widodo adalah capres boneka. Jokowi dianggap tak mandiri karena selalu di-back up Mega. Menurut Megawati, orang yang berkata seperti itu sangat naif.

"Kalau ada yang berkata Jokowi capres boneka, alangkah naifnya. Kalian kan sekolah ya? Pasti punya guru ya? Nah, kalau guru itu kan tahu jika ada murid pintar lalu dia berkata, 'Kamu bisa jadi orang'. Apa tidak boleh ya seperti itu?" ujar Megawati dalam konferensi pers di Hotel Horison, Bekasi, Jumat (27/6/2014).

Megawati prihatin dengan rumor yang menganggap bahwa apa yang dikatakan Jokowi berasal dari dirinya. Ia mengatakan, selama ini tak hadir saat debat kandidat untuk mengatur jawaban yang diberikan Jokowi. Selain itu, Mega mengaku sudah beberapa minggu tidak bertemu dengan Jokowi.

"Saya sudah beberapa minggu tidak bertemu Pak Jokowi. Saya juga tidak hadir saat debat, enggak bisa bisik-bisik kan," ujarnya.

Hari ini, Megawati Soekarnoputri datang ke Kota Bekasi untuk menghadiri konser "Salam 2 Jari" di Lapangan GOR, Bekasi. Konser ini dihadiri oleh band dan artis Ibu Kota, seperti Wali dan Olga Lydia.(Kompas)

Pesan Rakyat untuk Prabowo

Jakarta - Capres Prabowo Subianto sudah mengadakan kampanye ke berbagai daerah. Selain kampanye akbar, turun ke pasar atau bertemu langsung dengan warga juga pernah dilakukannya.

Dengan pengalaman itu, warga yang bertemu sempat menitip pesan kepada Prabowo. Pesan itu harus dilakukan capres nomor urut 1 itu jika terpilih menjadi Presiden 2014-2019.

"Saya bertemu warga di berbagai daerah, bersalaman, dialog, mereka memegang saya, bilang, Pak Prabowo jangan lupakan kami," ungkap Prabowo saat berorasi di Lapangan Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (26/6/2014).

Prabowo mengaku, pesan tersebut sangat berarti untuknya. Pesan yang singkat tapi memiliki arti begitu mendalam baginya. Sebab, pesan itu merupakan pesan dari rakyat kecil.

"Pesan ini dari orang miskin, guru, bidan, perawat, petani, nelayan, tukang bakso, tukang ojek. Intinya mereka ingin diingat," katanya.

Dari situlah, kata Prabowo, lahir harapan pemimpin yang tegas dan dapat mengabdi kepada rakyat. Bukan sebaliknya. "Mereka ingin pemimpin mengabdi pada rakyat, bukan rakyat mengabdi pada pemimpin," pungkas Prabowo. (Rochmanuddin)

Survei LSI: Pemilih Jokowi-JK Mayoritas Berpendidikan Bawah

Jakarta - Elektabilitas pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) terus kejar-mengejar jelang Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.

Berdasarkan riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI), secara head to head Prabowo-Hatta vs Jokowi-JK menyebutkan, pemilih dengan jenjang pendidikan tinggi cenderung memilih Prabowo-Hatta, dengan perolehan 43,70%.

"Soal jenjang pendidikan, pemilih yang pernah kuliah atau lulus kuliah dan di atasnya lebih cenderung memilih Prabowo-Hatta," kata peneliti LSI Fitri Hari saat memaparkan surveinya di LSI, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (26/6/2014).

Namun, kata Fitri, di jenjang pendidikan rendah dan menengah sosok Jokowi-JK lebih menjadi pilihan. Prabowo-Hatta kalah dari Jokowi-JK dengan perolehan 45% berbanding 48%.

"Jokowi yang dikenal lebih merakyat ini menjadi faktor para pemilih dengan jenjang pendidikan rendah, lebih cenderung ke Jokowi-JK," jelas Fitri.

Untuk lulusan SD atau di bawahnya, pemilih lebih tertarik kepada Jokowi-JK dengan perolehan 46,10%, sedangkan Prabowo-Hatta hanya 34,30%. Di jenjang pendidikan SMP dan sederajatnya, Jokowi-JK juga masih mengungguli Prabowo-Hatta dengan perolehan 48,10% berbanding 38,80%.

Jokowi-JK juga unggul di pemilih dengan jenjang pendidikan SMA sederajatnya, dengan perolehan 45,40%, berbanding Prabowo-Hatta yang mendapatkan 45%.

Namun, Prabowo-Hatta unggul di pemilih dengan jenjang pendidikan tinggi seperi S-1 dan sederajatnya dengan perolehan 43,70%, sementara Jokowi-JK hanya memperoleh 38,10%.

Survei yang dilakukan selama 1 hingga 9 Juni 2014 di 33 provinsi ini menggunakan metode penelitian multistage random sampling atau acak bertingkat, dengan responden sebanyak 2.400 pemilih, dan margin of error atau tingkat kesalahan 2%. (Mut) (Rochmanuddin)

Pengamat: Perbedaan Prabowo dan Jokowi Seperti Elang dan Merpati

Jakarta - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti menilai, 2 calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) memiliki karakter berbeda. Perbedaan itu khususnya di bidang pertahanan dan politik luar negeri.

"Kalau diibaratkan Jokowi itu seperti burung merpati yang mengutamakan perdamaian dan diplomasi, jika ada satu negara asing yang meduduki wilayah Indonesia," kata Ikrar dalam diskusi bertema 'Capres yang Solutif dan Implementatif Bidang Pertahanan, Keamanan dan Politik Luar Negeri' di Cikini, Jakarta, Kamis (26/6/2014).

Menurut pengamat politik itu, apabila terjadi konflik, Jokowi akan menyelesaikan dengan cara-cara diplomasi dan pendekatan, antara pemerintah dengan pemerintah (G to G). Atau mungkin antara personel dengan personel.

Ikrar mencontohkan, apabila Indonesia berkonflik dengan Australia, bisa diselesaikan dengan menggandeng kedua pihak. Misalnya, Jokowi akan melobi orang Australia yang memiliki kepentingan di Indonesia dan menyerahkan orang Indonesia yang memiliki kepentingan di Australia.

Sementara jika Prabowo, menurut Ikrar, akan lebih tegas apabila Indonesia terlibat konflik dengan negara lain. Sebab, Prabowo dipengaruhi latar belakang sebagai mantan anggota prajurit TNI, yang sudah tidak asing dengan dunia militer.

Hal lain yang melatarbelakangi ketegasan Prabowo, seperti yang telah dikemukakan dalam Debat Capres jilid III pekan lalu. Di mana Prabowo mengisyaratkan tidak terlalu suka banyak diplomasi.

"Kalau Prabowo bisa dibaratkan sebagai burung elang yang siap menerkam, siapa saja yang dianggap membahayakan dan mengganggu," pungkas Ikrar. (Mut) (Rochmanuddin)

Prabowo: Banyak yang Takut Saya Jadi Presiden

Jakarta - Aksi capres Prabowo Subianto mulai disorot dunia. Mulai dari video klip dukungan berbau Nazi hingga pernyataan menghina yang ditujukan kepada mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang dimuat di sebuah blog wartawan Amerika Serikat, Allan Nairn.

Prabowo sadar dengan berbagai isu miring yang menerpa selain isu HAM. Hal itu disampaikan Prabowo dihadapan simpatisan saat kampanye akbar di Lampangan Ampel Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (26/6/2014).

"Banyak yang takut saya jadi presiden RI. Kenapa? Saya sendiri juga nggak ngerti mengapa mereka takut," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan, ketakutan itu disinyalir berasal dari program kesejahteraan rakyat yang didengungkan selama kampanye. Prabowo menilai negara-negara asing takut jika Indonesia sejahtera.

"Yang saya sampaikan adalah Indonesia yang rakyatnya sejahtera. Saya bertanya, hei kalian itu kenapa kalian takut rakyat Indonesia sejahtera? Kenapa kalian takut Indonesia makmur? Kenapa kau ingin Indonesia miskin? Kenapa kau ingin Indonesia minta dengan negara lain?" lanjutnya.

Dengan itu, Prabowo menegaskan Indonesia akan bangkit dan tidak takur dengan bangsa asing. Indonesia tidak akan lagi menjadi negara pembeli barang asing.

"Saya katakan tidak, Indonesia akan bangkit akan berdiri di atas kakinya sendiri. Indoensia tidak mau hanya beli barang-barang kalian. Kami hormat kepada kalian tapi kami ingin hidup terhormat," tandas Prabowo.(Raden Trimutia Hatta)

Sumbangan untuk Jokowi-JK Tembus Rp 75 Miliar

Jakarta - Dukungan rakyat terhadapan Jokowi-JK bukan hanya dalam bentuk tenaga-tenaga kampanye sukarela, tapi bahkan rakyat rela merogoh kantong untuk kemenangan Jokowi-JK. Hal itu dibuktikan dalam bentuk besarnya sumbangan ke rekening Gotong-Royong Jokowi-JK.

Hingga Jumat (27/6/2014), sumbangan yang masuk ke rekening tersebut telah mencapai Rp 75.819.435.196,00. Di twiternya @jokowi-do2, Jokowi mengaku terharu dengan partisipasi para pendukungnya.

"Saldo rekening JKW-JK Rp 75,8 M. Lidah saya kelu penuh haru. Terima kasih atas sumbangannya untuk Perubahan. Salam hormat kami berdua."

Mayoritas penyumbang Jokowi-Jk adalah perorangan. Hingga saat ini, jumlah penyumbang individu mencapai 51.262 orang. Sedangkan jumlah penyumbang perusahaan yang mengirim uang ke rekening Jokowi sebanyak 12 perusahaan.

Sumbangan Gotong-Royong tersebut disalurkan ke 3 rekening bank atas nama Joko Widodo dan Jusuf Kalla:

1. BRI no.122301000172309,
2. Mandiri no.070-00-0909096,
3. BCA no. 5015.500015.

Besaran jumlah sumbangan tersebut bervariasi, antara puluhan ribu hingga ratusan juta. Semua sumbangan tersebut harus memenuhi batas maksimal sumbangan yang diatur oleh undang-undang, jika melebihi maka akan dikembalikan. Tim Jokowi-JK pernah mengembalikan sumbangan sebesar Rp 8 miliar karena melebihi batas yang diatur UU.

Antusiasme sumbangan masyarakat tidak hanya dalam bentuk transfer uang ke rekening Gotong-Royong Jokowi-JK. Banyak masyarakat yang memberikan sumbangan dalam bentuk uang kontan dan mengumpulkan sumbangan langsung.

Salah satu pengumpul sumbangan adalah Hariadi, yang populer dengan nama Harry van Jogja. Tukang becak yang mengayuh kendaraan roda tiganya dari Yogyakarta ke Jakarta untuk mendukung Jokowi itu mendapat titipan uang dari masyarakat sepanjang perjalanan untuk disumbangkan kepada Jokowi.

Sebanyak satu kotak plastik uang dikumpulkan dan diserahkan kepada Jokowi dalam acara 'Netizen Ngobrol Bareng Jokowi' di Hotel Lumire, Senen, Jakarta, Kamis 26 Juni malam. Belum diketahui berapa jumlah sumbangan tersebut, karena belum dihitung.

Jokowi-JK telah merintis reformasi pembiayaan politik melalui dukungan crowd-funding atau dana gotong-royong. Hal ini untuk menghindari agar Jokowi-JK tidak berhutang budi pada 'bohir-bohir besar' yang akhirnya jika terpilih harus membalas budi dengan memberikan proyek.

Dengan dukungan dana masyarakat dan relawan, maka Jokowi-JK diharap menjadi presiden dan wakil presiden yang berhutang pada rakyat dan relawan karena mereka pemegang saham terbesar kemeagan Jokowi-JK. Hal ini juga membuat mereka lebih independen dari parpol-parpol pengusungnya karena bisa menunjukkan memiiki basis dukungan relawan dan dana pubik yang besar.
(Advertorial)
 
Adventure : Berencana | Jalan-Jalan | Liputan
Copyright © 2011. Jhon Adventure - All Rights Reserved
Rebuilding Template by Kasirom JhonyRow
from johny Template, and Proudly powered by Blogger