Pesan dari dapur :

Maaf, Web Blog ini Hanya Contoh Web Portal Saja... untuk Preview Peminat Web Desain dari JhonyROW... Kami Menerima Jasa Pembuatan Website, Game, Advertising, Aplikasi berbasis Android maupun Windows, Film, Video Klip, Animasi dan Jurnalistik.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label semarangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semarangan. Tampilkan semua postingan

Bom Meledak di Semarang, Puluhan Rumah Warga Rusak

Written By Juragan Briket on Senin, 01 September 2014 | 14.56



SEMARANG - Ledakan dahsyat mengagetkan sejumlah warga di kawasan perumahan Kedungpane, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Rabu 27 Agustus 2014 sekitar pukul 14.30 WIB. Tak hanya menggemparkan warga, akibat ledakan tersebut puluhan rumah warga rusak parah.

Belum diketahui penyebab kerusakan warga berasal, akan tetapi sejumlah sumber menyebut bahwa ledakan berasal dari latihan tim Gegana saat melakukan simulasi peledakan bom tidak jauh dari perumahan warga.

Salah satu sumber yang berhasil dimintai keterangan VIVAnews menyebutkan, pelaksanaan simulasi tersebut dilakukan sejak pukul 08.00-15.00 WIB di kawasan Candi Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Semarang.

"Namun, saat pelaksanaan simulasi peledakan bom justru berakibat fatal. Ledakan terlalu keras sehingga mengakibatkan kerugian serta akses beberapa rumah warga rusak, " kata Us Madu, seorang sumber yang tinggal di Perumahan Green Residence Kedungpane.
Kata dia, dari sebanyak 210 unit rumah warga  di Perumahan Green Residence hampir seluruhnya terkena dampak ledakan. Hanya saja kerusakannya berbeda-beda.

Di Perumahan Green Residence RW 5 ada 3 RT yang terkena imbas ledakan, yakni RT 4, RT 5 dan RT 6. Kaca tembok yang retak, plafon rumah yang rusak, kaca jendela dan sejumlah kaca sekolah dasar juga pecah.

"Yang parah juga ada, tapi soal data detailnya saya belum tahu," imbuhnya.

Ia menambahkan, sumber ledakan berada di lahan kawasan industri milik PT IPU di mana lokasi tersebut  sedang dilakukan pengerukan tanah. Berjarak kurang lebih 20 meter dari permukiman warga.

Kendati demikian, akibat ledakan mencengangkan tersebut  tidak mengakibatkan korban jiwa. Hingga saat ini kerugian secara keseluruhan masih dalam pendataan dan pengecekan.

"Hingga malam ini, data sementara yang tercatat ada 30 rumah. Itu di RT saya, kalau yang lain saya tidak tahu," kata Ketua RT 05/RW 05 Perumahan Green Residence, Dartono.

Sementara itu, Kepala Polrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono, saat dikonfirmasi melalui ponselnya masih enggan menjelaskan perihal insiden ledakan tersebut. Namun, ia membenarkan telah terjadi ledakan.
"Konfirmasi ke Polda saja ya. Itu yang menangani Polda," ungkap dia.

Berdasarkan laporan warga, tim kepolisian dari Polsek Ngaliyan, Polsek Mijen, Polrestabes Semarang, dan Polda Jateng hingga malam ini masih di lokasi kejadian. (oneviva)

Wow, Semarang-Dieng Bisa 2 Jam, Bagaimana Menurut Anda?



BANJARNEGARA—Wakil Bupati Banjarnegara, Hadi Supeno mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama Pemkab Batang sedang membangun akses jalan dari Dieng menuju Batang.
“Pembangunan jalan tersebut membutuhkan dana sekitar Rp15 miliar hingga Rp20 miliar. Saat ini baru ada dana sebesar Rp4 miliar yang berasal dari Pemkab Banjarnegara, Pemkab Batang dan dibantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” katanya seperti dikutip Antara, Minggu (31/8/2014).
Ia mengatakan keberadaan jalan alternatif Dieng-Batang tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke KWDT Dieng karena jarak dari Semarang relatif lebih dekat dibanding melalui ruas jalan yang ada saat ini.
“Kalau ini berhasil, tidak menutup kemungkinan akses dari Bandara Ahmad Yani Semarang menuju Dieng hanya dua jam perjalanan,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan menarik wisatawan asing yang kapalnya bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, untuk berkunjung ke Dieng.
Menurut dia, rencana tersebut juga mendapat sambutan positif dari sejumlah biro perjalanan wisata.
“Apalagi dalam satu kapal pesiar biasanya membawa sekitar 1.500 wisatawan,” katanya.
Wabup mengatakan jika pembukaan akses jalan Dieng-Batang maupun penambahan fasilitas dapat terealisasi, kunjungan wisatawan ke KWDT Dieng dapat meningkat.
Menurut dia, jumlah kunjungan wisatawan ke KWDT Dieng saat ini mencapai 500 ribuan orang dalam satu tahun, 5.000-an di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.
“Saat musim libur lebaran kemarin saja, kunjungan wisatawannya mencapai 100 ribu orang,” katanya.(/Jhon)

Habis Bertengkar dengan Pacar, Mahasiswa di Semarang Gantung Diri

Ilustrasi bunuh diri
SEMARANG – Seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Semarang, AD,20 ditemukan tewas gantung diri di dapur sebuah tempat kos di Kampung Bawangan, Gayamsari, Semarang, Senin (1/9/2014).
Dari kantong baju mahasiswa asal Pati tersebut, petugas menemukan secarik kertas yang berisi permintaan maaf kepada kekasihnya.Menurut teman korban, Nanang El Santo, sebelum kejadian nahas tersebut korban dan kekasihnya sempat terlibat pertengkaran.
“Terdengar suara bertengkar dengan pacarnya di luar kos,” katanya. Sesaat setelah itu, lanjut dia, keadaan kembali sepi. Ia menuturkan tiba-tiba terdengar suara teriakan perempuan dari arah dapur. Suara itu, lanjut dia, ternyata suara pacar korban yang menemukan jasadnya tergantung di kusen dapur.
Saat diturunkan, kata dia, korban sudah tidak bernyawa. Warga sekitar berdatangan ke lokasi kejadian yang kemudian disusul petugas Inafis Polrestabes Semarang.
Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan secarik kertas berisi tulisan tangan korban.
Ilustrasi bunuh diri (Dok/JIBI/Solopos)
Secarik kertas tersebut berisi permintaan maaf AD kepada pacarnya dan memilih untuk mengakhiri hidupnya.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Dr.Kariadi Semarang untuk divisum.(jhon)

Tiga Anak Tersambar Kereta Ternyata Bolos Shalat dan Pulang Tanpa ijin



PEKALONGAN - Tiga anak penghuni Panti Asuhan Ar Rachman, Yayasan Hanifatul Abbas, Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, tewas tersambar kereta, pada Senin (1/9/2014) pagi tadi.

Pengurus harian yayasan setempat, Mahruro (45), menjelaskan ketiga korban diantaranya Nasrul Solikhin (15) warga Desa Rembun, Kecamatan Sragi, Pekalongan, Susanto (16)  warga Desa Karangjati, Wiradesa, Pekalongan, dan Sobirin, (16) warga Desa Karangtengah, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang.

Ketiganya merupakan siswa SMP yayasan, Susanto dan Nasrul siswa kelas 3, sedangkan Sobirin siswa kelas 2.

Seharusnya, lanjut Mahruro, pada jam itu merupakan jadwal untuk shalat Dhuha bagi para anak panti maupun santri setempat. Namun saat itu diketahui tiga dari 29 anak panti sedang tidak ada di panti.

"Jadwal kami setelah subuh jamaah, hafalan Quran, mandi, sarapan, persiapan sekolah. Kami kumpul sekitar jam 06.55 untuk shalat Dhuha, kan wajib bagi anak-anak, Kemudian sekolah jam 07.00 WIB. Tiga anak itu sudah mandi tapi tidak terlihat saat dhuha,  teman-temannya  tidak ada yang tahu," katanya.

Sekitar 30 menit kemudian, dirinya kaget mendapat kabar dari warga setempat, ada tiga korban meninggal tertabrak KA di bawah jembatan kereta api Desa Bener yang ternyata adalah anak-anak penghuni panti yang dicarinya."Kaget dapat kabar dari warga itu, kalau anak-anak kami ternyata yang menjadi korban tertabrak kereta," tuturnya.

Dia mengatakan baru kali ini santri tersebut tidak ijin saat tidak mengikuti solat duha.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Sukirwanta, mengatakan ketiga santri itu tewas tertabrak kereta barang yang melaju dari arah barat (Jakarta-Semarang).

"Kejadian sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu mereka nongkrong di rel sisi selatan, dan sedang asik mendengarkan musik box dari telepon seluler dan kemungkinan juga korban sedang menghadap ke timur. Sehingga mereka tidak mendengar suara kereta yang mendekat," katanya.

Dari olah TKP, ditemukan sejumlah barang bukti berupa sebuah HP, satu music box, dan sebuah bungkus rokok. Jenasah ketiga korban ditemukan di sisi kanan dan kiri underpass tersebut, akibat diduga terlempar setelah tersambar kereta api.

Usai dilakukan olah TKP, jenasah korban dibawa ke RSUD Kraton. Setelah itu jenasah korban langsung dipulangkan ke rumah masing-masing keluarganya. (*)

Satpol PP Semarang Robohkan Gubuk Pijat "Plus" di Simongan


SEMARANG — Sejumlah gubuk liar yang berada di bantaran Sungai Simongan, Kota Semarang, dibongkar oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang. Pembongkaran dilakukan karena sejumlah gubuk itu tak berizin.
Petugas Satpol PP juga mensinyalir ada salah satu warung semipermanen yang menawarkan jasa pijat "plus". Warung itu berwarna hijau dan berada di sisi bantaran Sungai Simongan, Jalan Puspowarno Raya, Semarang.
“Kami sudah berulang kali mengingatkan agar tidak membuka praktik pijat 'plus-plus'. Tapi, hingga kini mereka masih membandel. Parahnya, warung ini berdiri di dekat sekolah dan tempat beribadah,” ujar Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP, Aniceto Magna da Silva, Senin (1/9/2014).
Pihaknya mengaku sudah melakukan pembongkaran gubuk liar itu sebanyak tiga kali. Namun, setiap kali selesai dibongkar, pemilik gubuk liar membangun kembali di bantaran sungai.
Setidaknya, ada enam gubuk liar yang dirobohkan oleh petugas. Selain itu, pihaknya juga telah memberi peringatan tegas agar tidak membangun gubuk atau warung liar di kawasan tersebut. Namun, menurut Aniceto, peringatan yang disampaikan tidak didengarkan. Parahnya, lanjut dia, pendirian ulang gubuk liar ada yang ditujukan sebagai tempat praktik maksiat. Untuk itu, Satpol mencoba mengincar para pelaku pendirian warung pijat plus tersebut.
“Saat akan ditangkap, pemilik tempat ini kabur. Petugas kami masih berusaha mengejar pemilik tempat tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tambahnya.
Salah seorang warga setempat, Zainuddin, membenarkan bahwa ada salah satu warung yang dibuka untuk pijat plus dan beroperasi pada malam hari. “Ya, ada warung itu bukanya pas malam saja,” ucap dia. (*)

Dua Pabrik Rokok Sampoerna Tutup, Negara Kehilangan Rp 479 Miliar

Written By Juragan Briket on Sabtu, 05 Juli 2014 | 10.41

Proses pelintingan sigaret kretek tangan (SKT) di sebuah industri rokok di Kediri, Jatim. Saat ini tinggal 75 industri rokok yang bertahan akibat tarif cukai tembakau naik setiap tahunnya. (Antara) 

 Penutupan dua pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk bukan saja menyengsarakan ribuan pegawainya, tapi juga bagi negara. Dengan penutupan itu, negara kehilangan penerimaan negara yang ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. 

Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Susiwijono Moegiarso, menegaskan penutupan dua pabrik di Jember dan Lumajang, Jawa Timur itu adalah pabrik yang memproduksi rokok kelompok Sigaret Kretek Tangan (SKT).

"Produksi dari dua pabrik Sampoerna itu 2,995 miliar batang dengan nilai cukai hampir Rp 500 miliar per tahun. Jadi tepatnya Rp 479 miliar yang hilang (penerimaan negara)," kata dia kepada wartawan di Kabupaten Malaka, NTT, seperti ditulis Sabtu (24/5/2014). 

Susiwijono menyebut, penutupan pabrik SKT tersebut merupakan konsekuensi logis dari merosotnya konsumsi atau permintaan rokok kretek tangan sejak tiga tahun terakhir secara signifikan. Penyebabnya, tambah dia, karena masyarakat mulai sadar akan kesehatan dan harga yang terjangkau. 

"Tren produksi dan konsumsi SKT cenderung menurun setiap tahun, seperti merek gudang garam merah, dji sam soe. Dari prosentase 36% terhadap total produksi keseluruhan di 2004, lalu anjlok di 2013 tinggal 26% dan tahun ini diperkirakan hanya 24% dari total produksi rokok nasional," jelasnya. 

Sebaliknya, lanjut Susiwijono, kenaikan produksi dialami rokok kelompok Sigaret Kretek Mesin (SKM) seperti mild dan sebagainya. Tren konsumsi telah bergeser dari SKT ke SKM saat ini.

"Jadi penurunan produksi SKT bukan tiba-tiba. Produsen akan mengikuti tren dari sisi produksinya. Tapi penerimaan cukai yang hilang dari SKT bisa dikompensasi dari peningkatan produksi SKM," terang dia.   

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014, DJBC Kementerian Keuangan ditargetkan meraup penerimaan negara dari bea masuk, bea keluar dan cukai sebesar Rp 170,2 triliun. 

Sementara untuk penerimaan cukai, kata Susiwijono, diharapkan dapat mencapai Rp 116,8 triliun dari target. "Dan dari cukai rokok, targetnya Rp 110,5 triliun. Mudah-mudahan bisa lewat di angka Rp 111 triliun untuk cukai rokok di tahun ini," sebutnya.(Fik/Nrm) Liputan6.com, Malaka -
(Nurmayanti)

Petugas Bea Cukai Gerebek Pabrik Rokok Ilegal di Semarang

Semarang - Sebuah pabrik rokok ilegal di kawasan industri Candi Semarang digerebeg Unit Pengawasan KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Emas dan Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum digerebeg, pabrik itu memproduksi 378 juta batang rokok ilegal sejak pertama beroperasi.

Menurut Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas, Ardiyanto, penggerebegan sudah dilakukan pada 24 Juni lalu. Petugas menyita barang bukti 1,5 juta batang rokok ilegal siap edar, bahan baku, 4 unit mesin produksi, serta mobil operasional.

"Pabrik sudah beroperasi sejak 1,5 tahun lalu. Tiap mesin bisa memproduksi 1.200 batang rokok per menit," kata Ardiyanto dalam penjelasannya di Semarang, Jumat (4/7/2014).

Pemilik pabrik berinisial GW (35) juga ikut ditangkap dan dijadikan tersangka. Modus yang dilakukan adalah memproduksi rokok tanpa merek kemudian dikirim ke pemesan, hal itu untuk menghindari pembayaran cukai.

"Potensi kerugian karena cukai yang hilang mencapai Rp 92,61 miliar," kata Ardiyanto.

Penggerebegan diawali dari laporan intelijen tentang produksi rokok ilegal. Setelah diselidiki, produksi ternyata dilakukan di blok 19 kawasan industri Candi Semarang. Petugas memergoki sebuah mobil mengantarkan barang dari pabrik itu ke satu rumah kosong di Ngaliyan.

Saat itu petugas berupaya menyergap, namun sopir mobil tadi justru tancap gas dan kembali ke pabrik. Petugas pun kembali melakukan penyergapan dan menangkap pemilik pabrik.

Dengan memproduksi rokok ilegal itu, tersangka dijerat Pasal 50 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

"Ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda minimal dua hingga 10 kali lipat nilai cukai," pungkas Ardiyanto. - Liputan6.com, 

Penyelundupan Ekstasi Rp 3,4 M di Bandara Semarang Digagalkan

Written By Juragan Briket on Jumat, 27 Juni 2014 | 02.45

Jhon Adventure, Semarang - Upaya penyelundupan 11.480 butir pil ekstasi senilai Rp 3,4 miliar dari seseorang berinisial OAI (38) di terminal kedatangan internasional Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, digagalkan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Madya Pabean Tanjung Emas Semarang Rabu 2 April 2014 sekitar pukul 09.00 WIB.

Parjiya, Kepala Kanwil Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Jateng-DIY, menyebutkan bahwa pembongkaran upaya penyelundupan itu diawali dari analisa intelijen Customs Narcotics Team (CNT) KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Emas. Tim mencurigai seorang laki-laki yang datang dari Kuala Lumpur, Malaysia, menggunakan pesawat Air Asia AK328.

"Laki-laki itu diperiksa barang bawaannya yang berupa kardus besar," kata Parjiya saat gelar kasus di Kantor Bea dan Cukai, Semarang, Kamis (3/4/2014).

Ketika kardus besar milik OAI dibuka ternyata berisi dus-dus kecil lampu sorot. Diperiksa lebih lanjut, lampu itu digunakan untuk menyembunyikan 11.480 butir ekstasi. "Akhirnya temuan itu kami ujikan di Balai Pengujian Identifiksi Barang Tipe A Jakarta. Ternyata, hasilnya barang tersebut merupakan ekstasi atau Methylenedioxymethamphetamine," kata Parjiya.

Penanganan kasus tersebut diserahkan kepada Direktorat Narkoba Polda Jateng. "Kami serahkan ke Polda Jateng agar dapat dikembangkan hingga ke pengendali atau bandarnya," ucap Parjiya.

Selain itu, saat dilakukan pemeriksaan paspor, OAI yang bekerja sebagai sekuriti di sebuah kafe di Jakarta. Ia beberapa kali keluar-masuk Indonesia. Hasil tracking, ia terakhir pergi ke Malaysia seminggu lalu, di sana ia dibiayai oleh seseorang termasuk biaya menginap di hotel selama dua hari.

"Rute kepergian OAI hanya Kuala Lumpur-Indonesia. Di Kuala Lumpur, dia menginap di hotel selama dua hari, dibiayai oleh seseorang, termasuk tiket pesawat," kata Kepala Seksi P2, Tutut Basuki.

Saat di Kuala Lumpur itulah OAI mendapat barang dari seseorang yang tidak lain adalah belasan ribu butir ekstasi seberat 3,4 kilogram yang disembunyikan dalam lampu sorot. Tersangka mendapatkan fee sebesar 2.000 ringgit Malaysia dari orang itu.

"Sampai saat ini masih diperiksa, apakah tersangka merupakan jaringan lama yang pernah tertangkap atau bukan," kata Tutut.

Dalam gelar perkara tersebut, ditampilkan barang bukti ribuan pil ekstasi yang dibungkus dalam plastik bening. Lampu sorot yang digunanakan untuk menyelundupkan ekstasi juga diperlihatkan.

Tersangka juga dihadirkan dengan penutup kepala, kemeja biru, kaos putih, serta tangan yang diborgol. Tersangka dijerat dengan pasal 113 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukumannya adalah pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda.(Anri Syaiful)

Tabrakan Beruntun di Semarang, 4 Orang Tewas Seketika

Semarang - Sebuah truk bermuatan pasir bernomor polisi K 1829 C masuk ke jurang sedalam 15 meter di Jalan Raya Ambarawa-Magelang, tepatnya di Desa Bedono, Jambu, Semarang, Jawa Tengah, Minggu 8 Juni malam.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Senin (9/6/2014), truk yang melaju dari arah Magelang menuju Semarang itu juga sempat menabrak sejumlah mobil dan 5 sepeda motor. Akibatnya 4 orang pengendara sepeda motor yang terlindas truk tewas di tempat kejadian.

Saidi salah seorang saksi mata mengatakan tabrakan beruntun akibat truk muatan pasir itu melibatkan 4 minibus, 1 bus dan 5 sepeda motor.

"Menghantam mobil Carry dulu baru Avanza, terus Avanza lagi, bus, kemudian Carry lagi. Sepeda motornya ada 5. Semuanya dari jalur yang sama, kecuali 1 mobil Avanza" kata Saidi.

Pengemudi truk pasir mengaku tidak bisa mengendalikan kendaraannya yang berisi 15 kubik pasir itu setelah mengalami rem blong.

4 Korban tewas dan 8 korban luka langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah. Sementara kasus kecelakaan beruntun tersebut ditangani Satlantas Polres Semarang dan Polda Jawa Tengah. (Jhon)

Raeni, Anak Tukang Becak Wisudawati Terbaik Ramaikan Linimasa

Semarang, -Linimasa sejak siang hingga saat ini masih diramikan dengan pembicaraan terkait seorang perempuan dari seorang anak tukang becak yang mendapat gelar sarjana dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,96.
Raeni namanya, ia wisudawati dari jurusan pendidikan Akutansi Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Semarang (Unnes). Penerima beasiswa Bidikmisi ini beberapa kali memeperoleh indeks prestasi empat, prestasi itu pun ia pertahankan sehingga ia ditetapkan sebagai lulusan terbaik pada upacara wisuda periode kedua 2014 Unnes.
Perempuan itu adalah seorang anak tukang becak asal Kabupaten Kendal, Jawa Tengah meski dari keluarga kurang mampu, Raeni berkali-kali membuktikan keunggulan dan prestasinya.
Raeni yang bercita-cita sebagai guru ini berangkat menuju ke tempat wisuda dengan menumpang Becak yang di genjot Mugiyono yaitu bapaknya. Tidak ada rasa canggung yang terlihat di wajah Raeni saat duduk di becak milik bapaknya, malahan ia dan Mugiyono terlihat gembira dengan gelar yang akan disandang Raeni.
Sejak siang banyak ciapan yang ditujukkan untuk Raeni, ciapan-ciapan tersebut mengungkap rasa bahagia para Tweeple atas gelar yang baru disandang Raeni. Di antara riuh debat capres, cawapres ada juga kisah Raeni, si sosok cerdas anak tukang becak. Oase yang inspiratif, tulis @ainurohman.
Akun @herkayanis menuliskan ciapan, Terimakasih Raeni, lulusan terbaik Unnes, anak tukang becak, masih ada yg lebih penting disampaikan di jejaring sosial selain capres cawapres. Ada pula Tweeple yang terharu dengan kesuksesan gelar yang diraih Raeni, subhanallah, Raeni, anak tukang becak itu menjadi wisudawan terbaik Unnes periode II tahun 2014 dengan IPK 3,96 terharu aku, tulis @Fitri_wasc.
Penulis:
Yulia Yulee

Semarang Berupaya Menarik Turis dari Bali, Menjadikan Kota Wisata di Indonesia

Written By Juragan Briket on Kamis, 26 Juni 2014 | 23.27



SEMARANG, - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Jawa Tengah, akan bekerja sama dengan travel agent di Bali untuk mempromosikan Kota Semarang.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Masdiana mengatakan tidak sedikit turis di Bali yang kadang merasa bosan dengan obyek wisata di Bali. Karena itulah, mereka (para wisatawan) mencari obyek wisata lain. "Apalagi ada direct flight dari Bali ke Semarang dan sebaliknya," katanya di Semarang, Rabu (18/6/2014).

Masdiana menjelaskan minggu depan, rombongan dari Bali akan mengunjungi Kota Semarang. Sekitar 40 orang akan melakukan city tour di Kota Semarang untuk mensurvei lokasi wisata di Kota Semarang yang bisa 'dijual' di Bali.


KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Kawasan Kota Lama masih meninggalkan jejak keindahan bangunan masa lalu di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/6/2014). Kemegahan Kota Lama yang dulu metropolis meredup seiring hancurnya bangunan-bangunan karena tak terawat setelah ditinggalkan pemiliknya.
Menurut Masdiana, selain Kota Semarang, pihaknya juga berencana membuat wisata bareng di lokasi wisata kereta kedungsepur. Selain Semarang, kerja sama juga akan dilakukan dengan Surabaya dan Jakarta.

Kepala bidang pembinaan industri pariwisata, Giarsito Sapto menambahkan, para travel agent akan bekerja sama dengan Asita Kota Semarang untuk menindaklanjuti kerja sama itu. "Kami juga akan bawa mereka ke desa wisata di Kota Semarang," katanya. (Bakti Buwono)

Editor : I Made Asdhiana
Sumber: Tribun Jateng

Tradisi Saling Melempar dan Menyiram Air Menyambut Bulan Ramadhan di Kota Semarang


Tradisi saling melempar dan menyiram air menyambut bulan Ramadhan terjadi di Kota Semarang, Rabu (25/6/2014) sore.

Warga dari Rt 04 dan 05 Kelurahan Purwadinatan, Kecamatan Semarang Tengah melarungkan tradisi unik itu. Tepat pukul 15.00 WIB, tradisi melempar air itu dimulai.

Seperti halnya tradisi melempar tomat di Spanyol, tradisi lempar air meriah dan berlangsung hampir selama 1,5 jam. Tradisi ini digelar setiap tahun yang dipusatkan di Kampung Bustaman.

Hari Bustaman selaku sesepuh Kampung Bustaman Semarang menjelaskan, tradisi Gebyur Bustaman sudah berlangsung setiap tahun. Gebyur dengan air merupakan simbol pembersihan diri sebelum memasuki bulan Ramadhan.

“Tradisi itu ini kami laksanakan jelang Ramadhan. Tradisi ini untuk melanggengkan kebiasaan leluhur kampung, Kiai Bustaman yang mamandikan cucunya menjelang bulan Ramadhan,” kata Hari yang ditemui wartawan  dalam keadaan basah kuyup, Rabu (25/6/2014).

Air yang diambil untuk tradisi gebyur itu disiapkan oleh warga setempat. Setiap keluarga bisa mempersiapkan sebanyak mungkin bungkusan air. Warga juga diminta bergotong-royong menyiapkan makanan yang nantinya disajikan seusai gebyur air Bustaman digelar.

Proses gebyuran pun berlangsung dengan lancar dan dalam keadaan penuh sukacita. Setiap warga yang terkena air atau dilempar air tidak diperbolehkan marah. Bahkan, anak kecil pun berani melempar air kepada yang lebih tua. Keadaan tersebut berulang hingga air yang disiapkan habis.

Dengan demikian, semua yang hadir tampak basah dengan air, tak terkecuali dengan wartawan yang meliput acara ini.

Selain memakai bungkus plastik, warga juga menyiramkan air dengan menggunakan peralatan dapur seperti baskom, ember dan peralatan lainnya.

Salah seorang warga, Lisa Aprilia (18) mengaku sangat antusias mengikuti gebyur air Bustaman ini. Dia mengaku hanya sekali ini mengikuti tradisi unik tersebut dan ingin mengulangnya pada tahun depan.

"Rasanya senang sekali, kita yang digebyur tidak boleh marah. Acaranya seru banget, saya tadi nyiapkan 150 bungkus plastik air berwarna-warni, tapi semuanya sudah habis," ujar Lisa dalam keadaan basah kuyup.

Setelah prosesi gebyur air selesai, warga dipersilakan makan makanan yang disiapkan sebelumnya. Warga yang ada di lokasi gebyuran diwajibkan makan dan minum, dan tidak diperkenankan menolak hidangan yang ada.

“Setelah selesai semuanya, kami persilakan warga untuk makan nasi gudangan dan minum teh hangat,” ujar salah seorang warga, Muhammad Yusuf.(kompas.com)


 
Adventure : Berencana | Jalan-Jalan | Liputan
Copyright © 2011. Jhon Adventure - All Rights Reserved
Rebuilding Template by Kasirom JhonyRow
from johny Template, and Proudly powered by Blogger